<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KHAZANAH ILMU</title>
	<atom:link href="http://setitikcahaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://setitikcahaya.wordpress.com</link>
	<description>Setitik Cahaya Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Dec 2008 11:32:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='setitikcahaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KHAZANAH ILMU</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://setitikcahaya.wordpress.com/osd.xml" title="KHAZANAH ILMU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://setitikcahaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membuat Blog di WordPress Com</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/membuat-blog-di-wordpress-com/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/membuat-blog-di-wordpress-com/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 09:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[Atmaliati's Sister]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[1. Buka www.wordpress.com 2. Klik Sign Up 3. Isi form a. Username: -&#62; isi nama blog sesuai dengan keinginan (paling sedikit empat huruf/angka) b. Password: Isi password/kata sandi (sedikitnya enam huruf/angka) c. Confirm: Ulangi password yang sama dengan di atas. d. Email Address: Isi email Anda (apabila belum punya email, buat dulu di gmail.com atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=282&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Buka www.wordpress.com<br />
2. Klik Sign Up<br />
3. Isi form<br />
a. Username: -&gt; isi nama blog sesuai dengan keinginan (paling sedikit empat huruf/angka)<br />
b. Password: Isi password/kata sandi (sedikitnya enam huruf/angka)<br />
c. Confirm: Ulangi password yang sama dengan di atas.<br />
d. Email Address: Isi email Anda (apabila belum punya email, buat dulu di gmail.com atau yahoomail.com)<span id="more-282"></span><br />
e. Legal flotsam: beri tanda tik di kotak yang tersedia sebagai tanda “setuju” dengan perjanjian.<br />
f. Beri tanda tik pada menu “Gimme a blog” (biasanya sudah otomatis ada tanda tik di sini).<br />
g. Klik “Next”<br />
h. Blog Title -&gt; Isi judul yang sesuai.<br />
i. Language -&gt; Pilih Bahasa Indonesia.<br />
j. Privacy -&gt; Kasih tanda tik (biasanya sudah ada otomatis).</p>
<p>4. Klik Sign Up<br />
5. Akan muncul pesan sebagai berikut:</p>
<p>    Your account is now active!<br />
    You are now logged in as (username Anda).<br />
    An email with your username, password, Akismet API key and important links has been sent to your email address.<br />
    Write a post, change your template or visit the homepage.</p>
<p>5. Itu berarti Anda sudah berhasil membuat blog. Silahkan login ke blog Anda. Berikut alamat penting untuk Anda:<br />
a. Untuk login, buka: http://namabloganda.wordpress.com/login.php<br />
b. Isi username (=nama blog) dan password.<br />
c. Klik “Write” atau “Tulis” untuk mulai membuat posting.<br />
d. Klik “Publish” atau “Tampilkan”</p>
<p>6. Selesai (kalau mau udahan, jangan lupa klik “Log Out”).</p>
<p>Catatan:</p>
<p>    * Di wordpress.com, satu account hanya untuk satu blog. Ini berbeda dengan blogger.com/blogspot di mana satu account bisa untuk membuat beberapa blog.<br />
    * Kelebihan wordpress.com dibanding blogger.com adalah (1) comment friendly: pengunjung mudah berkomentar karena kotak komentar langsung terbuka di bawah posting. Bagi Anda yang suka dikomentarin, wordpress cocok untuk Anda; (2) Posting terbaru akan muncul beberapa saat di Dashboard (Menu Utama) seluruh pemakai wordpress.com, apabila posting Anda cukup menarik Anda juga berkesempatan masuk BOTD (best of the day) yakni 10 posting terbaik hari itu dan akan muncul selama sehari di Menu Utama (Dashboard) seluruh pemakai wordpress.com. Untuk BOTD ini diklasifikasi berdasar bahasa. Pastikan Anda memilih Bahasa Indonesia pada saat mendaftar (lihat poin 3.i.)<br />
    * Kekurangan wordpress.com dibanding blogger.com/blogspot adalah javascript tidak berfungsi (disabled) artinya Anda tidak bisa memasang iklan apapun–AdSense, Adbrite, dll–di wordpress.com. Tidak masalah buat blogger yang memang betul-betul ingin ngeblog saja, tanpa ada niat untuk iseng-iseng pasang iklan. Bagi yang ingin pasang iklan, dapat juga di blog gratis yang pakai software wordpress juga seperti blogsome.com atau blogs.ie. Sayangnya, kedua penyedia blog gratis ini masih memakai software wordpress lama (tak ada fasilitas widget, dan lain-lain).<br />
Sumber: <a href="http://afatih.wordpress.com/2007/11/11/cara-buat-pages-atau-halaman-statis-wordpress/">http://afatih.wordpress.com</a><br />
Selamat ngeblog di wordpress.com</p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=282&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/membuat-blog-di-wordpress-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAKTOR KUNCI KREDIT RUMAH</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/faktor-kunci-kredit-rumah/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/faktor-kunci-kredit-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 06:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Dikutip dari Danareksa.com Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=263&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dikutip dari Danareksa.com</strong></p>
<p>Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari hidup Anda.<br />
Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah banyak terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya.<span id="more-263"></span></p>
<p>Kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di dunia perbankan, dimana banyak pemain lama yang kandas dan adanya pemain baru yang muncul juga semakin menambah suasana kompetisi yang panas. Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah ini seharusnya memang semakin menguntungkan bagi kita para calon konsumen.</p>
<p>Sayangnya mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Untung saja, kita tidak harus membuat antrian panjang di bank untuk mengajukan kredit rumah. Walaupun demikian, proses persetujuan kredit rumah tetap saja harus melalui berbagai tahap proses penyaringan.</p>
<p>Kerumitan itu bahkan terus bertambah dengan macam-macam proses administrasi dan legalisasi yang memang sudah satu paket yang tidak terpisahkan dengan kredit rumah. Belum lagi biaya-biaya seputar transaksi pembelian rumah berikut biaya pengikatan kreditnya, serta biaya administrasi lainnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap proses mendapatkan kredit rumah itu sangat panjang dan rumit.</p>
<p>Namun, jangan putus asa, memilih kredit rumah yang sesuai dengan Anda tidak sesulit yang Anda bayangkan, dan berharap agar permohonan kredit rumah Anda disetujui bukanlah tidak mungkin, jika Anda menjalankan beberapa langkah dasar berikut ini.</p>
<p>Saya membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah.<br />
Darimana saya harus mulai ?Area paling penting yang pertama kali harus Anda analisa adalah kemampuan finansial Anda. Tidak ada gunanya jika Anda memaksa meminjam di luar kesanggupan Anda mengembalikannya. Jika Anda melakukannya juga, Anda mungkin berakhir dengan memiliki rumah impian Anda, namun menderita secara finansial ketika dari waktu ke waktu mencoba memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kredit rumah yang terlalu besar sambil berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang cenderung meningkat tiap tahun.</p>
<p>Jadi bagaimana saya memastikan bahwa saya mengambil kredit rumah yang tidak akan membayakan kondisi keuangan saya ?<br />
Pada umumnya bank-bank sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau sebagi pihak kreditur akan membantu Anda menghitung berapa jumlah pinjaman kredit rumah yang berada dalam wilayah kesanggupan finansial anda. Ketika menganalisa kesanggupan Anda dalam meminjam, bank bisanya menggunakan 5 faktor sebagai pertimbangan dalam menentukan berapa besarnya pinjaman.</p>
<p>Lima faktor itu adalah, penghasilan Anda saat ini, jumlah hutang yang berjalan dan berapa jumlah cicilan hutangnya per bulan, besarnya pembiayaan sendiri, sejarah hutang Anda sebelumnya, dan keberlangsungan penghasilan Anda.</p>
<p>Dengan mengetahui ke 5 faktor kunci ini, diharapkan bisa membantu Anda memperkirakan terlebih dahulu berapa besarnya jumlah kredit rumah yang sanggup Anda pinjam dan yang bisa disetujui bank Anda.</p>
<p>    1. <strong>Penghasilan</strong><br />
      Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan saat ini, biasanya bank menggunakan metode yang sederhana saja yaitu menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan ke dua, yang biasa dikenal dengan metode “ tiga ditambah satu “. Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah “3 kali penghasilan utama pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua per tahun”.</p>
<p>      Contohnya begini jika, jika pasangan suami istri mengajukan kredit rumah, dimana penghasilan suami Rp 5 juta perbulan atau Rp 60 juta pertahun, dan penghasilan istri Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan akan bisa memberikan maksimal pinjaman sampai dengan jumlah Rp 216 juta. Namun jika Anda masih single maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.</p>
<p>      Jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank bervariasi, namun secara umum penghasilan yang rutin dan terjamin atau sudah pernah diterima secara rutin dimasa lalu-lah yang diperhitungkan. Sebaliknya penghasilan yang tidak rutin atau sesekali saja seperti uang lembur, kemungkinan besar akan diabaikan.</p>
<p>      Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis yang bisa memverifikasi penghasilan Anda dan untuk mengecek kebenarannya kemungkinan akan langsung bertanya kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Bukti tertulis yang diminta berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja, kemudian fotocopy dari buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda biasanya juga diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.</p>
<p>      Namun dengan kriteria ini, apa boleh buat, buat Anda yang penghasilannya kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil, dan semakin besar penghasilan Anda, maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.</p>
<p>   2. <strong>Hutang atau kewajiban yang berjalan</strong><br />
      Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini disebabkan kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya, juga mengurangi kemampuan Anda dalam membayar cicilan hutang bulanan selanjutnya.</p>
<p>      Bayangkan jika kita sudah memiliki cicilan hutang saat ini, kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah. Berapa banyak penghasilan kita yang sudah dihabiskan untuk membayar cicilan hutang saja ? Jika cicilan hutang kita terlalu besar, akibatnya kita akan kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga lainnya. Bank tidak ingin Anda terus mengalami kesulitan likuiditas ini selama dalam masa pembayaran kredit rumah Berapa besar jumlah pinjaman kredit rumah yang akan disesuaikan akan tergantung dari besarnya jumlah hutang yang berjalan ini.</p>
<p>      Penyesuaian biasanya dilakukan dengan dua pendekatan – bank akan mengurangi jumlah pinjaman kredit rumah, atau menyesuaikan besarnya jumlah cicilan bulanan. Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga. Berdasarkan metode kedua maka bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan kredit rumah, agar jika ditambahkan dengan cicilan hutang sebelumnya jumlahnya tidak melebihi batas maksimal tadi. Kesimpulannyanya semakin banyak hutang Anda yang berjalan, maka semakin kecil kemungkinan mendapatkan pinjaman baru dari bank atau tidak sebesar yang Anda inginkan.</p>
<p>   3. <strong>Besarnya pembiayaan sendiri</strong><br />
      Terlepas dari faktor penghasilan seseorang, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Namun pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70%nya saja dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh Anda.Pada kenyataannya saat ini beberapa bank bahkan mau membiayai sampai sebesar 80% hingga 90% dari harga rumah. Bank memang meminta calon peminjam untuk turut membiayai pembelian rumahnya, yang dianggap sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah.</p>
<p>      Uang muka ini harus Anda siapkan sendiri, sehingga walaupun Anda membeli rumah dengan kredit rumah, Anda tetap harus mempersiapkan sejumlah uang tunai untuk sisa harga rumah yang tidak dibiayai bank. Semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil pula risiko untuk bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan kredit rumah. Namun dilain pihak, jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil.</p>
<p>   4. <strong>Sejarah hutang sebelumnya</strong><br />
      Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang yang kurang baik sebelumnya, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi Anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Begitu permohonan kredit rumah Anda diterima bank maka bank segera akan mencari data-data sejarah hutang Anda dimasa lalu. Apakah Anda pernah punya cicilan hutang yang macet di tempat lain dan belum selesai sampai sekarang, apakah pernah berurusan dengan pengadilan sehubungan dengan perkara pinjam meminjam. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi tentang sejarah hutang masa lalu ini.</p>
<p>      Jika perkaranya sudah selesai dan Anda telah mengatakan sebelumnya kepada pihak bank sebelum diminta – atau sebelum bank mencari tahu sendiri, mungkin bisa jadi nilai tambah buat Anda dan meningkatkan kepercayaan bank kepada Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.</p>
<p>   5. <strong>Keberlangsungan penghasilan Anda</strong><br />
      Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Paling tidak pada perusahaan yang sekarang ini masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka bank akan sangat mempertimbangkan berapa lama bisnis Anda sudah berjalan.</p>
<p>Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti sudah berjalan cukup baik dan lebih berpengalaman untuk bisa bertahan di masa yang akan datang. Minimal 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit kepada para wirausahana.</p>
<p>Masa kerja dan status kepegawaian bagi Anda yang karyawan, kemudian lamanya usaha Anda sudah berjala bagi Anda yang pengusaha, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, dan tentunya mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman nanti. Intinya semakin terjamian keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, maka kemungkinan bank memberikan pinjaman sebesar yang Anda butuhkan semakin besar.</p>
<p>Salam<br />
Mike Rini<br />
Perencana Keuangan</p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=263&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/05/faktor-kunci-kredit-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Nawawi (631 – 676 H / 1233 – 1277 M)</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-nawawi-631-%e2%80%93-676-h-1233-%e2%80%93-1277-m/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-nawawi-631-%e2%80%93-676-h-1233-%e2%80%93-1277-m/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 06:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Abad ke VII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Riwayat Hidup Imam Nawawi Namanya ialah Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al Nawawi. Dilahirkan di Nawa sebuah wilayah di Damsyik Syam pada bulan Muharram tahun 631 Hijrah. Kebolehan menghafaz Al-Quran sejak kecil lagi. Pada tahun 649 Hijrah, ketika berusia lingkungan sembilan belas tahun telah pergi ke kota Damsyik untuk belajar. Mendalami ilmu di madrasah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=243&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a name="pendahuluan"></a><br />
<strong>Riwayat Hidup Imam Nawawi</strong><br />
Namanya ialah Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al Nawawi. Dilahirkan di Nawa sebuah wilayah di Damsyik Syam pada bulan Muharram tahun 631 Hijrah. Kebolehan menghafaz Al-Quran sejak kecil lagi. Pada tahun 649 Hijrah, ketika berusia lingkungan sembilan belas tahun telah pergi ke kota Damsyik untuk belajar. Mendalami ilmu di madrasah al-Ruwahiyyah atas tanggungan madrasah itu sendiri.</p>
<p>Karangannya adalah banyak, di antara kitabnya yang begitu popular dalam pengajian ilmu ialah Matan al-Arbain (hadis 40), Riyadhus Salihin, Syarah Sahih Muslim dan al-Adhkar. Di Indonesia nama beliau terkenal dengan kitabnya “Minhajut Thalibin”, sebuah kitab fiqih dalam madzhab Syafi’i yang banyak dipelajari di sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren di tanah air.<br />
<span id="more-243"></span></p>
<p>Kehidupannya dihabiskan kepada bakti dan khidmat suci terhadap penyebaran dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Makan minumnya hanya sekali dalam sehari, sekadar memelihara kesihatan badannya. Juga tidak sangat menghiraukan akan soal pemakaian dan perhiasan, cukuplah apa yang memadai sahaja. Tidak juga gemar akan makan buah-buahan kerana khuatir akan mengantuk yang akan mengganggu tugas sehariannya.</p>
<p>Seorang yang begitu bertakwa menurut erti kata sepenuhnya, wara’nya dan kebersihan jiwanya. Seorang ulama’ yang amatlah suka ditemui. Ada juga riwayat yang mengatakan bahawa keengganan beliau untuk makan buah-buahan di Damsyik itu bukan hanya khuatir akan mengantuk tetapi kerana buah-buahan di Damsyik dikala itu terlalu banyak mengandungi syubhat.</p>
<p>Sepanjang hayatnya sentiasa istiqamah dalam menjalankan kewajipan menyebarkan ilmu dengan mengajar dan mengarang di samping senantiasa beribadah di tengah-tengah suasana hidup yang serba kekurangan, sehingga hidupnya dilingkungi oleh usaha dan amal saleh terhadap agama, masyarakat dan umat.</p>
<p>Beliau pernah diusir keluar dari negeri Syam oleh sultan al-Malik al-Zahir yang tidak senang akan fatwa yang dikeluarkan olehnya. Beliau bukanlah seorang ulama’ yang mencari kebenaran untuk dirinya sahaja, beliau hidup di dalam masyarakat. Beliau tidak menjual ilmu yang dimiliki dengan harta benda dunia. Beliau mencurahkan ilmu kepada masyarakat ummat. Beliau memimpin ummat bukan ummat yang memimpin beliau. Mengeluarkan fatwa tanpa memandang sesiapa, walaupun fatwanya itu meyusahkan kedudukannya. Inilah contoh ulama’ pewaris nabi (warithatul anbiya’).</p>
<p>Sepanjang hayatnya banyak menulis, mengarang, mengajar dan menasihat. Inilah yang telah mengangkat ketinggian peribadinya dan dikagumi. Imam Nawawi wafat pada 24 Rejab 676 Hijrah, dan dimakamkan di Nawa, setelah sekian lama beliau hidup dengan membujang tidak beristeri di tengah-tengah suasana masyarakat Damsyik dan telah berjaya menyumbangkan tenaga fikiran dan ‘ilmunya kepada agama Islam dan umatnya. Sekianlah, mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmatnya ke atas beliau. Amin.</p>
<p>Kitab-kitabImam Nawawi yang terkenal<br />
1. Syarah sahih muslim,<br />
2. Riyadhus Salihin,<br />
3. Al-Adzkaar,<br />
4. Al-Tibyan fi adab hamalat al-Quran,<br />
5. al-Irsyad wa al-Taqrib fi ‘Ulum al-Hadith,<br />
6. al-Aidah fi Manasik al-Hajj,<br />
7. Al Majmu’ Syarah Muhazzab,<br />
8. al-Raudah,<br />
9. Tahdhib al-Asma’ wa al-Lughat,<br />
10.  al-Minhajut Thalibin<br />
11. Matan al-Arbain</p>
<p>FATWA IMAM NAWAWI YANG MENGGEMPARKAN</p>
<p>Menurut riwayat bahwa apabila baginda sultan al-Malik al-Zahir telah mengadakan persiapan perang untuk memerangi orang-orang Tatar (monggol) lalu digunakanlah fatwa ‘ulama yang mengharuskan mengambil harta rakyat untuk kepentingan perang melawan musuh. ‘Ulama fiqh negeri Syam telah menulis menerangkan fatwa tersebut, tetapi baginda belum merasa senang hati kalau imam Nawawi tidak memberi fatwanya. Lalu baginda bertitah “Masih adakah lagi orang lain”. “Masih ada, al-Syaikh Muhyiddin al-Nawawi” – demikian jawapan yang disampaikan kepada baginda.</p>
<p>Kemudian baginda menjemput Imam Nawawi dan meminta beliau memberi fatwanya bersama ‘ulama fiqh mengenai pengambilan harta rakyat untuk peperangan. Beliau berterus terang tidak mahu memberi fatwanya dan enggan. Baginda bertanya: “Apakah sebabnya beliau enggan?” Lalu beliau memberi penjelasan mengapa beliau terpaksa menerangkan sikapnya dan keenggannya memfatwakan sama seperti para ‘ulama. Beliau dalam penjelasan kepada baginda menerangkan seperti berikut! Ampun Tuanku! Adalah patik sememangnya mengetahui dengan sesungguhnya bahwasanya tuanku adalah dahulunya seorang tawanan tidak ada sebarang harta benda. Tetapi pertolongan Allah telah dilimpahkan kurnianya kepada tuanku dengan dijadikan tuanku seorang raja. Ampun Tuanku! Adalah patik telah mendengar bahawanya tuanku ada memiliki seribu orang hamab tiap-tiap seorang ada mempunyai beberapa ketul emas. Manakala dua ratus orang khadam wanita milik tunaku, masing-masing mempunyai perhiasan yang bernilai. Andaikata tuanku sendirian membelanjakan kesemua itu untuk keperluan pernag sehingga mereka tidak lagi mempunyai barang-barang itu, maka patik bersedia memberi fatwa untuk membenarkan tuanku mengambil harta rakyat.</p>
<p>Kesimpulannya, beliau berfatwa tidak membenarkan baginda mengambil harta rakyat selama kekayaannya sendiri masih dapat dipergunakan. Baginda al-Malik al-Zahir murka kepadanya kerana fatwanya yang amat menggemparkan sehingga baginda mengeluarkan perintah supaya beliau segera keluar dari Damsyik. Imam Nawawi terima saja perintah pengusirannya itu dengan nada yang tenang. Lalu beliau pun keluar ke Nawa. Para ‘ulama Syam telah berusaha menjemput beliau balik semula ke Damsyik, tetapi beliau enggan dengan berkata: “Saya tidak akan balik ke Damsyik selama baginda masih berkuasa”.<br />
(Sumber rujukan asal, HADIS EMPAT PULUH, Cetakan Dewan Pustaka Fajar)<br />
<a href="http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-nawawi-631-%e2%80%93-676-h-1233-%e2%80%93-1277-m/#pendahuluan">Kembali  keatas</a><br />
sumber: http://islam.blogsome.com/category</p>
<br />Posted in TOKOH ISLAM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=243&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-nawawi-631-%e2%80%93-676-h-1233-%e2%80%93-1277-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Abu Hanifah (80 &#8211; 150 H)</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-abu-hanifah-80-150-h/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-abu-hanifah-80-150-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 05:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Abad ke II]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Imam Hanafi dilahirkan pada tahun 80 Hijrah bertepatan tahun 699 Masehi di sebuah kota bernama Kufah. Nama yang sebenarnya ialah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Maha. Kemudian masyhur dengan gelaran Imam Hanafi. Imam Abu Hanafih adalah seorang imam Mazhab yang besar dalam dunia Islam. Dalam empat mazhab yang terkenal tersebut hanya Imam Hanafi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=231&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a name="pendahuluan"></a><br />
<strong>Imam Hanafi</strong> dilahirkan pada tahun 80 Hijrah bertepatan tahun 699 Masehi di sebuah kota bernama Kufah. Nama yang sebenarnya ialah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Maha. Kemudian masyhur dengan gelaran Imam Hanafi. Imam Abu Hanafih adalah seorang imam Mazhab yang besar dalam dunia Islam. Dalam empat mazhab yang terkenal tersebut hanya Imam Hanafi yang bukan orang Arab. Beliau keturunan Persia atau disebut juga dengan bangsa Ajam. Pendirian beliau sama dengan pendirian imam yang lain, yaitu sama-sama menegakkan Al-Quran dan sunnah Nabi SAW.</p>
<p>Kemasyhuran nama tersebut menurut para ahli sejarah ada beberapa sebab:<br />
<span id="more-231"></span></p>
<ol>
<li>Kerana ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Hanifah, maka ia diberi julukan dengan Abu Hanifah.</li>
<li>Kerana semenjak kecilnya sangat tekun belajar dan menghayati setiap yang dipelajarinya, maka ia dianggap seorang  yang hanif (kecenderungan/condong) pada agama. Itulah sebabnya ia masyhur dengan gelaran Abu Hanifah.</li>
<li>Menurut bahasa Persia, Hanifah berarti tinta. Imam Hanafi sangat rajin menulis hadith-hadith, ke mana, ia pergi selalu membawa tinta. Kerana itu ia dinamakan Abu Hanifah.</li>
</ol>
<p>Waktu ia dilahirkan, pemerintahan Islam berada di tangan Abdul Malik bin Marwan, dari keturunan Bani Umaiyyah kelima. Kepandaian Imam Hanafi tidak diragukan lagi, beliau mengerti betul tentang ilmu fiqih, ilmu tauhid, ilmu kalam, dan juga ilmu hadith. Di samping itu beliau juga pandai dalam ilmu kesusasteraan dan hikmah.</p>
<p>Imam Hanafi adalah seorang hamba Allah yang bertakwa dan soleh, seluruh waktunya lebih banyak diisi dengan amal ibadah. Jika beliau berdoa matanya bercucuran air mata demi mengharapkan keredhaan Allah SWT. Walaupun demikian orang-orang yang berjiwa jahat selalu berusaha untuk menganiaya beliau.</p>
<p>Sifat keberanian beliau adalah berani menegakkan dan mempertahankan kebenaran. Untuk kebenaran ia tidak takut sengsara atau apa bahaya yang akan diterimanya. Dengan keberaniannya itu beliau selalu mencegah orang-orang yang melakukan perbuatan mungkar, kerana menurut Imam Hanafi kalau kemungkaran itu tidak dicegah, bukan orang yang berbuat kejahatan itu saja yang akan merasakan akibatnya, melainkan semuanya, termasuk orang-orang yang baik yang ada di tempat tersebut</p>
<p>Sebahagian dilukiskan dalam sebuah hadith Rasulullah SAW bahawa bumi ini diumpamakan sebuah bahtera yang didiami oleh dua kumpulan. Kumpulan pertama adalah terdiri orang-orang yang baik-baik sementara kumpulan kedua terdiri dari yang jahat-jahat. Kalau kumpulan jahat ini mahu merosak bahtera dan kumpulan baik itu tidak mahu mencegahnya, maka seluruh penghuni bahtera itu akan binasa. Tetapi sebaliknya jika kumpulan yang baik itu mahu mencegah perbuatan orang-orang yang mahu membuat kerosakan di atas bahtera itu, maka semuanya akan selamat.</p>
<p>Sifat Imam Hanafi yang lain adalah menolak kedudukan tinggi yang diberikan pemerintah kepadanya. Ia menolak pangkat dan menolak wang yang dibelikan kepadanya. Akibat dari penolakannya itu ia ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Di dalam penjara ia diseksa, dipukul dan sebagainya.</p>
<p>Gubernur di Iraq pada waktu itu berada di tangan Yazid bin Hurairah Al-Fazzari. Selaku pemimpin ia tentu dapat mengangkat dan memberhentikan pegawai yang berada di bawah kekuasaannya. Pernah pada suatu ketika Imam Hanafi akan diangkat menjadi ketua urusan perbendaharan negara (Baitul mal), tetapi pengangkatan itu ditolaknya. Ia tidak mahu menerima kedudukan tinggi tersebut. Sampai berulang kali Gabenor Yazid menawarkan pangkat itu kepadanya, namun tetap ditolaknya.</p>
<p>Pada waktu yang lain Gabenor Yazid menawarkan pangkat Kadi (hakim) tetapi juga ditolaknya. Rupanya Yazid tidak senang melihat sikap Imam Hanafi tersebut. Seolah-olah Imam Hanafi memusuhi pemerintah, kerana itu timbul rasa curiganya. Oleh kerana itu ia diselidiki dan diancam akan dihukum dengan hukum dera. Ketika Imam Hanafi mendengar kata ancaman hukum dera itu Imam Hanafi menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan mengerjakan jabatan yang ditawarkan kepadaku, sekalipun aku akan dibunuh oleh pihak kerajaan.” Demikian beraninya Imam Hanafi dalam menegakkan pendirian hidupnya.</p>
<p>Pada suatu hari Yazid memanggil para alim ulama ahli fiqih yang terkemuka di Iraq, dikumpulkan di muka istananya. Di antara mereka yang datang ketika itu adalah Ibnu Abi Laila. Ibnu Syblamah, Daud bin Abi Hind dan lain-lain. Kepada mereka, masing-masing diberi kedudukan rasmi oleh Gabenor.</p>
<p>Ketika itu gabenor menetapkan Imam Hanafi menjadi Pengetua jawatan Sekretari gabenor. Tugasnya adalah bertanggungjawab terhadap keluar masuk wang negara. Gabenor dalam memutuskan jabatan itu disertai dengan sumpah, “Jika Abu Hanifah tidak menerima pangkat itu nescaya ia akan dihukum dengan pukulan.”</p>
<p>Walaupun ada ancaman seperti itu, Imam Hanafi tetap menolak jawatan itu, bahkan ia tetap tegas, bahawa ia tidak mahu menjadi pegawai kerajaan dan tidak mahu campur tangan dalam urusan negara.</p>
<p>Kerana sikapnya itu, akhirnya ditangkap oleh gabenor. Kemudian dimasukkan ke dalam penjara selama dua minggu, dengan tidak dipukul. Lima belas hari kemudian baru dipukul sebanyak 14 kali pukulan, setelah itu baru dibebaskan. Beberapa hari sesudah itu gabenor menawarkan menjadi kadi, juga ditolaknya. Kemudian ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman dera sebanyak 110 kali. Setiap hari didera sebanyak sepuluh kali pukulan. Namun demikian Imam Hanafi tetap dengan pendiriannya. Sampai ia dilepaskan kembali setelah cukup 110 kali cambukan.</p>
<p>Walaupun demikian ketika Imam Hanafi diseksa ia sempat berkata. “Hukuman dera di dunia lebih ringan daripada hukuman neraka di akhirat nanti.” Ketika ia berusia lebih dari 50 tahun, ketua negara ketika itu berada di tangan Marwan bin Muhammad. Imam Hanafi juga menerima ujian. Kemudian pada tahun 132 H sesudah dua tahun dari hukuman tadi terjadilah pergantian pimpinan negara, dari keturunan Umaiyyah ke tangan Abbasiyyah, ketua negaranya bernama Abu Abbas as Saffah.</p>
<p>Pada tahun 132 H sesudah Abu Abbas meninggal dunia diganti dengan ketua negara yang baru bernama Abi Jaafar Al-Mansur, saudara muda dari Abul Abbas as Saffah. Ketika itu Imam Abu Hanifah telah berumur 56 tahun. Namanya masih tetap harum sebagai ulama besar yang disegani. Ahli fikir yang cepat dapat menyelesaikan sesuatu persoalan.</p>
<p>Suatu hari Imam Hanafi mendapat panggilan dari baginda Al-Mansur di Baghdad, supaya ia datang mengadap ke istana. Sesampainya ia di istana Baghdad ia ditetapkan oleh baginda menjadi kadi (hakim) kerajaan Baghdad. Dengan tawaran tersebut, salah seorang pegawai negara bertanya: “Adakah guru tetap akan menolak kedudukan baik itu?” Dijawab oleh Imam Hanafi “Amirul mukminin lebih kuat membayar kifarat sumpahnya daripada saya membayar sumpah saya.”</p>
<p>Kerana ia masih tetap menolak, maka diperintahkan kepada pengawal untuk menangkapnya, kemudian dimasukkan ke dalam penjara di Baghdad. Pada saat itu para ulama yang terkemuka di Kufah ada tiga orang. Salah satu di antaranya ialah Imam Ibnu Abi Laila. Ulama ini sejak pemerintahan Abu Abbas as Saffah telah menjadi mufti kerajaan untuk kota Kufah. Kerana sikap Imam Hanafi itu, Imam Abi Laila pun dilarang memberi fatwa.</p>
<p>Pada suatu hari Imam Hanafi dikeluarkan dari penjara kerana mendapat panggilan dari Al-Mansur, tetapi ia tetap menolak. Baginda bertanya, “Apakah engkau telah suka dalam keadaan seperti ini?”</p>
<p>Dijawab oleh Imam Hanafi: “Wahai Amirul Mukminin semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin.<br />
Wahai Amirul Mukminin, takutlah kepada Allah, janganlah bersekutu dalam kepercayaan dengan orang yang tidak takut kepada Allah. Demi Allah saya bukanlah orang yang boleh dipercayai di waktu tenang, maka bagaimana saya akan dipercayai di waktu marah, sungguh saya tidak sepatutnya diberi jawatan itu.”</p>
<p>Baginda berkata lagi: “Kamu berdusta, kamu patut dan sesuai memegang jawatan itu.” Dijawab oleh Imam Hanafi: “Amirul Mukminin, sungguh baginda telah menetapkan sendiri, jika saya benar, saya telah menyatakan bahawa saya tidak patut memegang jawatan itu. Jika saya berdusta, maka bagaimana baginda akan mengangkat seorang maulana yang dipandang rendah oleh bangsa Arab. Bangsa Arab tidak akan rela diadili seorang golongan hakim seperti saya.”</p>
<p>Pernah juga terjadi, baginda Abu Jaffar Al-Mansur memanggil tiga orang ulama besar ke istananya, iaitu Imam Abu Hanifah, Imam Sufyan ats Tauri dan Imam Syarik an Nakhaei. Setelah mereka hadir di istana, maka ketiganya ditetapkan untuk menduduki pangkat yang cukup tinggi dalam kenegaraan, masing-masing diberi surat pelantikan tersebut.</p>
<p>Imam Sufyan ats Tauri diangkat menjadi kadi di Kota Basrah, lmam Syarik diangkat menjadi kadi di ibu kota. Adapun Imam Hanafi tidak mahu menerima pengangkatan itu di manapun ia diletakkan. Pengangkatan itu disertai dengan ancaman bahawa siapa saja yang tidak mahu menerima jawatan itu akan didera sebanyak l00 kali deraan.</p>
<p>Imam Syarik menerima jawatan itu, tetapi Imam Sufyan tidak mahu menerimanya, kemudian ia melarikan diri ke Yaman. Imam Abu Hanifah juga tidak mahu menerimanya dan tidak pula berusaha melarikan diri.</p>
<p>Oleh sebab itu Imam Abu Hanifah dimasukkan kembali ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman sebanyak 100 kali dera. Setiap pagi dipukul dengan cambuk sementara dileher beliau dikalung dengan rantai besi yang berat.</p>
<p>Suatu kali Imam Hanafi dipanggil baginda untuk mengadapnya. Setelah tiba di depan baginda, lalu diberinya segelas air yang berisi racun. Ia dipaksa meminumnya. Setelah diminum air yang beracun itu Imam Hanafi kembali dimasukkan ke dalam penjara. Imam Hanafi wafat dalam keadaan menderita di penjara ketika itu ia berusia 70 tahun.</p>
<p>Imam Hanafi menolak semua tawaran yang diberikan oleh kerajaan daulah Umaiyyah dan Abbasiyah adalah kerana beliau tidak sesuai dengan corak pemerintahan yang mereka kendalikan. Oleh sebab itu mereka berusaha mengajak Imam Hanafi untuk bekerjasama mengikut gerak langkah mereka, dan akhirnya mereka seksa hingga meninggal, kerana Imam Hanafi menolak semua tawaran yang mereka berikan.</p>
<p>Sepanjang riwayat hidupnya, beliau tidak dikenal dalam mengarang kitab. Tetapi madzab beliau Imam Abu Hanifah atau madzab Hanafi disebar luaskan oleh murid-murid beliau. Demikian juga fatwa-fatwa beliau dituliskan dalam kitab-kitab fikih oleh para murid dan pengikut beliau sehingga madzab Hanafi menjadi terkenal dan sampai saat ini dikenal sebagai salah satu madzab yang empat. Di antara murid beliau yang terkenal adalah Muhammad bin Al-Hassan Al-Shaibani, yang merupakan guru dari Imam Syafi’iy.<a href="http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-abu-hanifah-80-150-h/#pendahuluan">kembali keatas</a></p>
<p>sumber: http://www.geocities.com/Athens/Acropolis/9672/imam4.htm</p>
<br />Posted in TOKOH ISLAM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=231&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-abu-hanifah-80-150-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Malik (93 &#8211; 179 H)</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-malik-93-179-h/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-malik-93-179-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 05:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[abad ke II]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Imam Malik Beliaulah cikal bakal madhzab Maliki. Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 93 H/712 M dan wafat tahun 179 H/796 M. Berasal dari keluarga Arab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=228&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<strong>Sejarah Imam Malik </strong><br />
Beliaulah cikal bakal madhzab Maliki. Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 93 H/712 M dan wafat tahun 179 H/796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ‘ilmu’ yang sangat terkenal.<br />
<span id="more-228"></span></p>
<p>Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya.</p>
<p>Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia.</p>
<p>Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Kendati demikian, ia pernah berguru pada ulama-ulama terkenal seperti Nafi’ bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab az Zuhri, Abul Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said al Anshari, dan Muhammad bin Munkadir. Gurunya yang lain adalah Abdurrahman bin Hurmuz, tabi’in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat; juga Imam Jafar Shadiq dan Rabi Rayi.</p>
<p>Dalam usia muda, Imam Malik telah menguasai banyak ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan. Tidak kurang empat khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Hadi Harun, dan Al Ma’mun, pernah jadi murid Imam Malik. Ulama besar, Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i pun pernah menimba ilmu dari Imam Malik. Belum lagi ilmuwan dan para ahli lainnya. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang.</p>
<p>Ciri pengajaran Imam Malik adalah disiplin, ketentraman, dan rasa hormat murid kepada gurunya. Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ”Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.”</p>
<p>Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja’far, gubernur Madinah. Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai’at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai’at kepada khalifah yang mereka tak sukai.</p>
<p>Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai’at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja’far meminta Imam Malik tak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja’far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja’far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa.</p>
<p>Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam. Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji.</p>
<p>Dalam sebuah kunjungan ke kota Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al Muwatta’ yang diadakan Imam Malik. Untuk hal ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam.</p>
<p>”Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia,” nasihat Imam Malik kepada Khalifah Harun.</p>
<p>Sedianya, khalifah ingin jamaah meninggalkan ruangan tempat ceramah itu diadakan. Namun, permintaan itu tak dikabulkan Malik. ”Saya tidak dapat mengorbankan kepentingan umum hanya untuk kepentingan seorang pribadi.” Sang khalifah pun akhirnya mengikuti ceramah bersama dua putranya dan duduk berdampingan dengan rakyat kecil.</p>
<p>Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.</p>
<p>Beliau wafat pada tahun 179 hijrah ketika berumur 86 tahun dan meninggalkan 3 orang putera dan seorang puteri.</p>
<p>***</p>
<p>Kitab Al Muwatta’</p>
<p>Al Muwatta’ adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimwaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat.</p>
<p>Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta’ tak akan lahir bila Imam Malik tidak ‘dipaksa’ Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta’. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M).</p>
<p>Dunia Islam mengakui Al Muwatta’ sebagai karya pilihan yang tak ada duanya. Menurut Syah Walilullah, kitab ini merupakan himpunan hadits paling shahih dan terpilih. Imam Malik memang menekankan betul terujinya para perawi. Semula, kitab ini memuat 10 ribu hadits. Namun, lewat penelitian ulang, Imam Malik hanya memasukkan 1.720 hadits. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan. Selain Al Muwatta’, Imam Malik juga menyusun kitab Al Mudawwanah al Kubra, yang berisi fatwa-fatwa dan jawaban Imam Malik atas berbagai persoalan.</p>
<p>Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta’, kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki.</p>
<p>Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu).</p>
<p>Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.<br />
Sumber: http://www.kotasantri.com</p>
<br />Posted in TOKOH ISLAM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=228&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/imam-malik-93-179-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibnu Taymiyah</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/ibnu-taymiyah/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/ibnu-taymiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 04:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Taman rindang itu dipenuhi beraneka tanaman. Bunga-bunga mewangi, sementara buah ranum menyembul disela-sela dahannya yang rimbun. Disatu pojok, sebatang tunas tumbuh dan berkembang dengan segarnya. Batangnya kokoh, rantingnya dihiasi pucuk-pucuk daun lebat dengan akar terhujam kebumi. Tunas itu khas. Ia berada ditempat yang khas. Jika fajar menyingsing sinar mentari menerpa pucuk-pucuknya. Ketika siang menjelang ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=215&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="pendahuluan"></a><br />
Taman rindang itu dipenuhi beraneka tanaman. Bunga-bunga mewangi, sementara buah ranum menyembul disela-sela dahannya yang rimbun. Disatu pojok, sebatang tunas tumbuh dan berkembang dengan segarnya. Batangnya kokoh, rantingnya dihiasi pucuk-pucuk daun lebat dengan akar terhujam kebumi. Tunas itu khas. Ia berada ditempat yang khas. Jika fajar menyingsing sinar mentari menerpa pucuk-pucuknya. Ketika siang menjelang ia dipayungi rimbunan dahan di sekitarnya. Dan saat petang beranjak, sang raja siangpun sempat menyapa selamat tinggal melalui sinarnya yang lembut. Sang tunas tumbuh dalam suasana hangat. Maka tak heran jika ia tumbuh dalam, berbuah lebat, berbatang kokoh dan berdahan rindang. Tunas itu adalah Taqiyyudin Ahmad bin Abdilhalim bin Taymiyyah.<br />
<span id="more-215"></span></p>
<p>Ia berasal dari keluarga taqwa. Ayahnya Syihabuddin bin Taymiyyah. Seorang Syaikh, hakim, khatib, ‘alim dan wara’. Kakeknya Majduddin Abul Birkan Abdussalam bin Abdullah bin Taymiyyah Al-Harrani. Syaikhul Islam, Ulama fiqih, ahli hadits, tafsir, Ilmu Ushul dan hafidz.</p>
<p>Lahir di harran, 10 Rabiul Awwal 661 H di zaman ketika Baghdad merupakan pusat kekuasaan dan budaya Islam. Ketika berusia enam tahun, Taymiyyah kecil dibawa ayahnya ke Damaskus.</p>
<p>Di Damaskus ia belajar pada banyak guru. Ilmu hitung, khat, Nahwu, Ushul fiqih merupakan bagian dari ilmu yang diperolehnya. Di usia belia ia telah mereguk limpahan ilmu utama dari manusia utama. Dan satu hal ia dikaruniai Allah Ta’ala kemampuan mudah hafal dan sukar lupa. Hingga dalam usia muda , ia telah hafal Al-qur’an.</p>
<p>Tak hanya itu, iapun mengimbangi ketamakannya menuntut ilmu dengan kebersihan hatinya. Ia amat suka menghadiri majelis-majelis mudzakarah (dzikir). Pada usia tujuh belas tahun kepekaannya terhadap dunia ilmu mulai kentara. Dan umur 19, ia telah memberi fatwa.</p>
<p>Ibnu Taymiyyah amat menguasai rijalul Hadits (perawi hadits) dan Fununul hadits (macam-macam hadits) baik yang lemah, cacat atau shahih. Beliau memahami semua hadits yang termuat dalam Kutubus Sittah dan Al-Musnad. Dalam mengemukakan ayat-ayat sebagai hujjah, ia memiliki kehebatan yang luar biasa, sehingga mampu mengemukakan kesalahan dan kelemahan para mufassir. Tiap malam ia menulis tafsir, fiqh, ilmu ‘ushul sambil mengomentari para filosof . Sehari semalam ia mampu menulis empat buah kurrosah (buku kecil) yang memuat berbagai pendapatnya dalam bidang syari’ah. Ibnul Wardi menuturkan dalam Tarikul Ibnul Warid bahwa karangan beliau mencapai lima ratus judul.</p>
<p>Al-Washiti mengemukakan: “Demi Allah, syaikh kalian (Ibnu Taymiyyah) memiliki keagungan khuluqiyah, amaliyah, ilmiyah dan mampu menghadapi tantangan orang-orang yang menginjak-injak hak Allah dan kehormatanNya.”</p>
<p><strong>Mujahid Dan Mujaddid</strong></p>
<p>Dalam perjalanan hidupnya, beliau juga terjun ke masyarakat menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Ia tak mengambil sikap uzlah melihat merajalelanya kema’syiyatan dan kemungkaran. Suatu saat, dalam perjalanannya ke Damaskus, disebuah warung yang biasa jadi tempat berkumpulnya para pandai besi, ia melihat orang bermain catur. Ia langsung mendatangi tempat itu untuk mengambil papan catur dan membalikkannya. Mereka yang tengah bermain catur hanya termangu dan diam.</p>
<p>Beliau juga pernah mengobrak-abrik tempat pemabukkan dan pendukungnya. Bahkan, pernah pada suatu jum’at, Ibnu Taymiyyah dan pengikutnya memerangi penduduk yang tinggal digunung jurdu dan Kasrawan karena mereka sesat dan rusak aqidahnya akibat perlakuan tentara tar-tar yang pernah menghancurkan kota itu. Beliau kemudian menerangkan hakikat Islam pada mereka.</p>
<p>Tak hanya itu, beliau juga seorang mujahid yang menjadikan jihad sebagai jalan hidupnya. Katanya: “Jihad kami dalam hal ini adalah seperti jihad Qazan, jabaliah, Jahmiyah, Ittihadiyah dan lain-lain. Perang ini adalah sebagian nikmat besar yang dikaruniakan Allah Ta’ala pada kita dan manusia. Namun kebanyakan manusia tak banyak mengetahuinya.”</p>
<p>Tahun 700 H, Syam dikepung tentara tar-tar. Ia segera mendatangi walikota Syam guna memecahkan segala kemungkinan yang terjadi. Dengan mengemukakan ayat Alqur’an ia bangkitkan keberanian membela tanah air menghalau musuh. Kegigihannya itu membuat ia dipercaya untuk meminta bantusan sultan di Kairo. Dengan argumentasi yang matang dan tepat, ia mampu menggugah hati sultan. Ia kerahkan seluruh tentaranya menuju Syam sehingga akhirnya diperoleh kemenangan yang gemilang.</p>
<p>Pada Ramadhan 702 H, beliau terjun sendiri kemedan perang Syuquq yang menjadi pusat komando pasukan tar-tar. Bersama tentara Mesir, mereka semua maju bersama dibawah komando Sultan. Dengan semangat Allahu Akbar yang menggema mereka berhasil mengusir tentara tar-tar. Syuquq dapat dikuasai.</p>
<p><strong>Pandangan Dan Jalan Fikiran</strong></p>
<p>Pemikiran Ibnu Taymiyyah tak hanya merambah bidang syar’I, tapi juga mengupas masalah politik dan pemerintahan. Pemikiran beliau dalam bidang politik dapat dikaji dari bukunya Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyah fi naqdh Kalam as-Syi’ah wal Qadariyah (Jalan Sunnah Nabi dalam pemyangkalan terhadap keyakinan kalangan Syi’ah dan Qadariyah), As-Siyasah as-Syar’iyah (Sistem Politik Syari’ah), Kitab al-Ikhriyaratul ‘Ilmiyah (Kitab aturan-aturan yuridis yang berdiri sendiri) dan Al-Hisbah fil Islam (Pengamat terhadap kesusilaan masyarakat dalam Islam)</p>
<p>Sebagai penganut aliran salaf, beliau hanya percaya pada syari’at dan aqidah serta dalil-dalilnya yang ditunjukkan oleh nash-nash. Karena nash tersebut merupakan wahyu yang berasal dari Allah Ta’ala. Aliran ini tak percaya pada metode logika rasional yang asing bagi Islam, karena metode semacam ini tidak terdapat pada masa sahabat maupun tabi’in. Baik dalam masalah Ushuludin, fiqih, Akhlaq dan lain-lain, selalu ia kembalikan pada Qur’an dan Hadits yang mutawatir. Bila hal itu tidak dijumpai maka ia bersandar pada pendapat para sahabat, meskipun ia seringkali memberikan dalil-dalilnya berdasarkan perkataan tabi’in dan atsar-atsar yang mereka riwayatkan.</p>
<p>Menurut Ibnu Taymiyyah, akal pikiran amatlah terbatas. Apalagi dalam menafsirkan Al-Qur’an maupun hadits. Ia meletakkan akal fikiran dibelakang nash-nash agama yang tak boleh berdiri sendiri. Akal tak berhak menafsirkan, menguraikan dan mentakwilkan qur’an, kecuali dalam batas-batas yang diizinkan oleh kata-kata (bahasa) dan dikuatkan oleh hadits. Akal fikiran hanyalah saksi pembenar dan penjelas dalil-dalil Al-Qur’an.</p>
<p>Bagi beliau tak ada pertentangan antara cara memakai dalil naqli yang shahih dengan cara aqli yang sharih. Akal tidak berhak mengemukakan dalil sebelum didatangkan dalil naqli. Bila ada pertentangan antara aqal dan pendengaran (sam’i) maka harus didahulukan dalil qath’i, baik ia merupakan dalil qath’i maupun sam’i.</p>
<p><strong>Polemik Ibnu Taymiyah</strong></p>
<p>Pribadi Ibnu Taymiyyah memiliki banyak sisi. Sebuah peran yang sering terlihat adalah kegiatannya menentang segala bid’ah, khurafat dan pandangan-pandangan yang menurutnya sesat. Tak heran jika ia banyak mendapat tantangan dari para ulama.</p>
<p>“Sesungguhnya saya lihat ahli-ahli bid’ah, orang-orang yang besar diombang-ambingkan hawa nafsu seperti kaum mufalsafah (ahli filsafat), Bathiniyah (pengikut kebathinan), Mulahadah (mereka yang keras menentang Allah) dan orang-orang yang menyatakan diri dengan wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan khaliq), Dahriyah (mereka yang menyatakan segalanya waktu yang menentukan), Qadhariyah (manusia berkehendak dan berkuasa atas segala kemauannya), Nashiriyah, Jamhiyah, Hulliyah, mu’thilah, Mujassamah, Musyibihah, Rawandiyah, Kilabiyah, Salimiyah dan lain-lain yang terdiri atas orang-orang yang tenggelam dalam kesesatan, dan mereka yang telah tertarik masuk kedalamnya penuh sesat. Sebagian besar mereka bermaksud melenyapkan syari’at Muhammad yang suci, yang berada diatas segala agama. Para pemuka aliran sesat tersebut menyebabkan manusia berada dalam keraguan tentang dasar-dasar agama mereka. Sedikit sekali saya mendengan mereka menggunakan Al-qur’an dan hadits dengan sebenarnya. Mereka adalah orang-orang zindiq yang tak yakin dengan agama. Setelah saya melihat semua itu, jelaslah bagi saya bahwa wajib bagi setiap orang yang mampu untuk menentang kebathilan serta melemahkan hujjah-hujjah mereka, untuk mengerahkan tenaganya dalam menyingkap keburukkan-keburukkannya dan membatalkan dalil-dalilnya.” Demikian diantara beberapa pendapatnya yang mendapat tantangan dari mereka yang merasa dipojokkan dan disalahkan.</p>
<p>Tahun 705 H, kemampuan dan keampuhan Ibnu Taymiyyah diuji. Para Qadhi berkumpul bersama sultan di istana. Setelah melalui perdebatan yang sengit antara mereka, akhirnya jelah bahwa Ibnu Taymiyyah memegang aqidah sunniyah salafiyah. Banyak diantara mereka menyadari akan kebenaran Ibnu Taymiyyah.</p>
<p>Namun, upaya pendeskriditan terhadap pribadi Ibnu Taymiyyah terus berlangsung. Dalam sebuah pertemuan di Kairo beliau dituduh meresahkan masyarakat melalui pendapat-pendapatnya yang kontroversial. Sang qadhi yang telah terkena hasutan memutuskan Ibnu Taymiyyah bersalah. Beliau diputuskan tinggal dalam penjara selama satu tahun beberapa bulan.</p>
<p>Dalam perjalanan hidupnya, ia tak hanya sekali merasakan kehidupan penjara. Tahun 726 H, berdasarkan fakta yang diputar balikkan, Sultan megeluarkan perintah penangkapannya. Mendengar ini ia berujar, “Saya menunggu hal itu. Disana ada masalah dan kebaikkan banyak sekali.”</p>
<p>Kehidupan dalam penjara ia manfaatkan untuk membaca dan menulis. Tulisan-tulisannya tetap mengesankan kekuatan hujjah dan semangat serta pendapat beliau. Sikap itu malah mempersempit ruang gerak Ibnu Taymiyyah. Tanggal 9 Jumadil Akhir 728 H, semua buku, kertas, tinta dan pena-nya dirampas. Perampasan itu merupakan hantaman berat bagi Ibnu Taymiyyah. Setelah itu ia lebih banyak membaca ayat suci dan beribadah. Memperbanyak tahajjud hingga keyakinanya makin mantap.</p>
<p>Setelah menderita sakit selama dua puluh hari, beliau menghadap Rabbnya sesuai dengan cita-citanya: mati membela kebenaran dalam penjara.<br />
Hari itu, tanggal 20 Dzulqaidah 728 H pasar-pasar di Damaskus sepi-sepi. Kehidupan berhenti sejenak. Para Emir, pemimpin, ulama dan fuqaha, tentara, laki-laki dan perempuan, anak-anak kecil semuanya keluar rumah. Semua manusia turun kejalan mengantar jenazahnya.<br />
<a href="http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/ibnu-taymiyah/#pendahuluan">kembali keatas</a><br />
Sumber: <a target="new" href="http://www.kisah.web.id">http://www.kisah.web.id</a><a></a></p>
<br />Posted in TOKOH ISLAM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=215&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/04/ibnu-taymiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Hanifah dan Ilmuwan Atheis</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/abu-hanifah-dan-ilmuwan-atheis/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/abu-hanifah-dan-ilmuwan-atheis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi. Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=198&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.<br />
Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.</p>
<p>Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : &#8220;Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan&#8221;.<span id="more-198"></span><br />
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.<br />
Abu Hanifah berkata, &#8220;sekarang apa yang akan kita perdebatkan!&#8221;.</p>
<p>Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :</p>
<p>Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?<br />
Abu Hanifah : Allah berfirman &#8220;Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan&#8221;.</p>
<p>Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?<br />
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.</p>
<p>Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!<br />
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?</p>
<p>Atheis : Ya.<br />
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?</p>
<p>Atheis : Tidak ada angka (nol).<br />
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?</p>
<p>Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.<br />
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?</p>
<p>Atheis : Ya, sudah tentu.<br />
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?</p>
<p>Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.<br />
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta&#8217;ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!</p>
<p>Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?<br />
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?</p>
<p>Atheis :Ya, pernah.<br />
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?</p>
<p>Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.<br />
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?</p>
<p>Atheis : Ya, masih ada.<br />
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?</p>
<p>Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.<br />
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta&#8217;ala?!!</p>
<p>Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?<br />
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?</p>
<p>Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.<br />
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta&#8217;ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.</p>
<p>Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?<br />
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.</p>
<p>Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?<br />
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.</p>
<p>Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?<br />
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.</p>
<p>&#8220;Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?&#8221; tanya Atheis.<br />
&#8220;Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan&#8221;, pinta Abu Hanifah.</p>
<p>Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.</p>
<p>&#8220;Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?&#8221;.<br />
Ilmuwan kafir mengangguk.<br />
&#8220;Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu&#8221;.</p>
<p>Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.</p>
<p>Sumber : http://www.dudung.net</p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=198&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/abu-hanifah-dan-ilmuwan-atheis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedekah Yang Salah Alamat</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-yang-salah-alamat/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-yang-salah-alamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 06:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[Keikhlasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau laku­kan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan me­reka, beliau berkata kepada mereka, &#8220;Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, &#8216;Malam ini aku akan bersedekah!&#8217; Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=194&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau laku­kan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan me­reka, beliau berkata kepada mereka,<br />
&#8220;Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, &#8216;Malam ini aku akan bersedekah!&#8217; Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, keja­dian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.<br />
<span id="more-194"></span></p>
<p>&#8220;Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, &#8216;Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!&#8217;</p>
<p>&#8220;Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menu­rutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sede­kah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.</p>
<p>&#8220;Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergu­mam,&#8217;Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sede­kahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!&#8217;</p>
<p>Maka, dia kemudian, dengan cermat, men­cari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahui­nya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.</p>
<p>Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, &#8216;Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pen­curi!&#8217;</p>
<p>&#8220;Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, &#8220;Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaru­niakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.&#8221;</p>
<p>(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi &#8216;Usmani)</p>
<p>sumber: <em><strong>www.kebunhikmah.com</strong></em></p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=194&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-yang-salah-alamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedekah dengan Uang Terakhir</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-dengan-uang-terakhir/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-dengan-uang-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 04:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini dialami oleh guru agama saya. Saya ingat betul dia menceritakan kisah ini saat dia mengajar mata pelajaran agama Islam di kelas saya (SMA) sekitar tahun 1992. Cerita ini tidak pernah saya lupakan karena inilah cerita pertama yang saya dengar tentang balasan nyata sebuah sedekah. Guru agama saya sewaktu masih kuliah, hidupnya sangat pas-pasan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=187&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini dialami oleh guru agama saya. Saya ingat betul dia menceritakan kisah ini saat dia mengajar mata pelajaran agama Islam di kelas saya (SMA) sekitar tahun 1992. Cerita ini tidak pernah saya lupakan karena inilah cerita pertama yang saya dengar tentang balasan nyata sebuah sedekah.</p>
<p>Guru agama saya sewaktu masih kuliah, hidupnya sangat pas-pasan. Untuk makan harus dicukup-cukupkan agar dia bisa membayar biaya kuliah dan tempat kos. Maklum, orang tuanya di kampung adalah keluarga yang sederhana. Karena tekad yang kuatlah guru agama saya berani meneruskan kuliah agar dia bisa menjadi seorang sarjana agama Islam waktu itu.<br />
<span id="more-187"></span><br />
Modal utama dia hanyalah keyakinan bahwa Allah pasti akan menolong umatnya yang memang berniat ingin berjuang di jalan Islam. Memang benar, keyakinan itu terjawab. Banyak sekali rejeki dari mengajar ngaji panggilan yang dia dapatkan selama kuliah. Bayaran yang dia terima besar karena rata-rata yang memakai jasa dia adalah orang-orang kaya.</p>
<p>Suatu ketika, guru saya kehabisan uang. Di saku celananya hanya tersisa uang untuk sekali makan dan naik kendaraan ke salah satu muridnya. Hari itu adalah jadwal mengajar di salah satu anak pejabat dan biasanya tanggal itu waktunya orang tuanya ngasih amplop untuk jasa mengajar dia. Setibanya di rumah muridnya, dia hanya ditemui pembantu sang pejabat yang mengatakan semua keluarga ke luar kota karena ada sesuatu yang sangat penting.</p>
<p>Dengan lemas, guru saya pulang dengan jalan kaki. Karena jika dia naik kendaraan, berarti dia tidak makan nanti sorenya, karena uang yang ada di saku cuma cukup untuk sekali makan. Saat berjalan pulang, dia bertemu dengan nenek tua yang kelaparan. Dia kasihan. Dengan mengucap bismillah dia memberikan uang terakhirnya untuk nenek tersebut. Dia berkeyakinan, Allah pasti akan menolong dia saat dia lapar nanti, karena saat ini yang paling membutuhkan adalah nenek tua tersebut.</p>
<p>Rupanya harapan guru saya langsung dikabulkan Allah. Baru beberapa langkah, dia menemukan uang di pinggir jalan yang cukup untuk dia makan selama satu bulan. Beberapa hari kemudian, pak pejabat menitip kabar pada kawannya untuk segera ke rumah mengambil honor mengajar ngaji. Pak pejabat memberikan 3 kali lipat honor ngaji guru saya karena dia baru mendapatkan rejeki. Bukan hanya itu, pak pejabat itu juga memberi referensi untuk mengajar ngaji di tempat temannya yang lain.</p>
<p>Dengan berlinang air mata, guru saya berucap itulah balasan sedekah yang diberikan oleh Allah pada umatnya yang benar-benar ikhlas. Dia mengingatkan pada kami sekelas untuk senantiasa bersedekah, karena bisa membersihkan harta dan selalu dekat denganNya. Hikmah dari kejadian ini adalah, dengan keiklasan dan keyakinan akan pertolonganNya, serta doa yang tiada henti, pasti rejeki akan mengalir seperti air dalam kehidupan kita. Terakhir saya dengar sekitar tahun 1996, guru agama saya tersebut sedang mencari tanah untuk mendirikan pondok pesantren.</p>
<p>Semoga guru saya tetap sehat walafiat dan selalu diberi rahmat dan hidayahNya. Saya tidak tahu di mana sekarang dia mengajar, sebab saat saya kekas 3 SMA dia pindah mengajar ke kota lain.<br />
sumber:<i>http://motivasi.petamalang.com</i></p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=187&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/sedekah-dengan-uang-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersedekahlah</title>
		<link>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/bersedekahlah/</link>
		<comments>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/bersedekahlah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 04:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur rochim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah itu banyak keUtamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://setitikcahaya.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[KEUTAMAAN SEDEKAH Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman, &#8221;Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?&#8221; Nabi Ayub AS menjawab, &#8221;Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=175&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p align="center"><b>KEUTAMAAN SEDEKAH</b></p>
<p>Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman, &#8221;Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?&#8221; Nabi Ayub AS menjawab, &#8221;Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.&#8221;<br />
Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang  dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada  keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak  akan terasakan sempit dan menyusahkan.<span id="more-175"></span><br />
Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW  menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.<br />
Sabda Rasulullah SAW,<br />
&#8221;Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.&#8221;<br />
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, &#8221;Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, &#8216;Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah&#8217;. Yang satu lagi  menyeru, &#8216;Musnahkanlah orang yang menahan hartanya&#8217;.&#8221;</p>
<p>Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.</p>
<p>Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.<br />
<b>Pertama, mengundang datangnya rezeki.</b>
</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, &#8221;Pancinglah rezeki dengan sedekah.&#8221;</p>
<p><b>Kedua, sedekah dapat menolak bala</b>.<br />
Rasulullah SAW bersabda, &#8221;Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala<br />
tidak pernah bisa mendahului sedekah.&#8221;</p>
<p><b>Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit</b>.<br />
Rasulullah SAW menganjurkan, &#8221;Obatilah penyakitmu dengan sedekah.&#8221;<br />
Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.<br />
Kata Rasulullah SAW, &#8221;Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan<br />
umur.&#8221;<br />
Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik).</p>
<p>Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? Wallahu a&#8217;lam bis-shawab.</p>
<p>sumber :  <i>http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg02664.html</i></p>
<p><b>Sampaikanlah walaupun satu ayat</b><b>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p></b></p>
<br />Posted in Aneka Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/setitikcahaya.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/setitikcahaya.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=setitikcahaya.wordpress.com&amp;blog=3567834&amp;post=175&amp;subd=setitikcahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://setitikcahaya.wordpress.com/2008/12/02/bersedekahlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ociem</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
